November 12, 2019

Tata Cara Wudhu

Dalam wudhu ada juga adab atau taca dengan cara yang benar dan secara berurutan. Sumber : suhupendidikan.com

Mulai dari niat memesan sesuai dengan pilar wudhu, karena pilar ini sekaligus merupakan fase dan prosedur wudhu. Berikut ulasan dan penjelasan tentang pilar wudhu.

Baca niatnya

Pilar pertama wudhu adalah membaca niat. Tujuannya di sini adalah untuk melakukan wudhu dan untuk berhati-hati di dalam hati, sebelum diucapkan secara lisan. Karena dalam Islam setiap kebaikan atau pemujaan harus dimulai dengan niat dari hati sebelum mengatakan atau melakukan.

Utusan Tuhan yang sama menjelaskan dalam ucapannya bahwa tindakan seseorang bergantung pada niatnya dan akan menerima hadiah berdasarkan apa yang diinginkannya.

Dalam wudhu juga wajib untuk memahami wudhu di hati kemudian diikuti dengan membaca niat wudhu. Niat wudhu dibaca sebelum wudhu.

Cuci muka

Setelah membaca niat berwudhu, maka lanjutkan dengan membasuh muka dan air di seluruh bagian wajah. Daerah wajah yang dicuci dengan air adalah dari dahi ke dagu, dan kedua pipinya ke tepi telinga.

Khusus untuk pria yang berjanggut panjang, perlu membasahi jenggot dengan menekan jenggot agar air bisa mencapai kulit yang tertutup oleh jenggot.

Tata Cara Wudhu

  1. Cuci kedua tangan hingga mencapai siku

Langkah selanjutnya adalah mencuci kedua tangan hingga mencapai siku. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan Allah dalam ayat 6 Al-Quran Maaidah yang berarti “Dan cuci tanganmu ke siku”.

  1. Membersihkan sebagian besar kepala

Langkah selanjutnya adalah sedikit menggosok kepala. Membersihkan kepala Anda berbeda dengan mencuci muka. Membersihkan bagian dari kepala ini adalah tentang memasukkan air ke rambut. Bahkan jika tidak mencuci semua rambut, hanya rambut depan.

  1. Cuci kedua kaki untuk mencapai pergelangan kaki

Langkah selanjutnya adalah mencuci kedua kaki di pergelangan kaki. Ini sesuai dengan apa yang dikatakan Allah dalam ayat 6 Al-Quran Maaidah yang berarti “Cucilah kakimu di atas kakimu”.

Rasulullah SAW merekomendasikan untuk berhati-hati ketika mencuci kaki Anda, memastikan bahwa air membasahi kedua pergelangan kaki. Untuk menghindari air jangan basahi pergelangan kaki dengan mencuci kaki sampai betis sehingga air akan mengenai pergelangan kaki.

  1. Dipesan

Pilar terakhir wudhu diperintahkan. Dipesan artinya langkah-langkah yang dijelaskan di atas sesuai dengan urutan dan tidak dapat dilewati. Jika pesanan tidak dalam urutan, wudhu kami tidak valid.

Untuk alasan ini, selain memahami dan menghafal doa sebelum wudhu dan doa setelah wudhu, pastikan Anda memahami urutan pilar sehingga wudhu kita valid dan sempurna.
Sunnah di Wudu

Selain pilar dan fase wudhu ada sunnah wudhu sebagai pelengkap lengkap wudhu dalam membersihkan hadast kecil di tubuh kita.
Mengikuti Sunnah di Wudhu

Membaca Basmalah
Cuci kedua telapak tangan hingga ke pergelangan tangan
Pembilasan mulut
Tarik napas air di hidung dan kemudian keluarkan
Hentikan jenggot untuk pria berjanggut sehingga air terpapar ke kulit yang ditutupi oleh janggut
Jari yang patah
Bersihkan semua bagian kepala dengan air
Membersihkan telinga luar dan dalam
Potong jari
Cuci atau bersihkan anggota wudhu 3 kali
Berikan prioritas ke kanan ke kiri
Perpanjang cucian ke bagian kepala yang merupakan bagian depan. siku dan pergelangan kaki
Jangan gunakan air yang berlebihan
Di depan Kiblat
Jangan berbicara saat melakukan wudhu
Baca doa setelah wudhu

Jenis air untuk wudhu

Dalam wudhu disarankan untuk menggunakan air suci dan air murni. Bahkan jika tidak ada air, itu bisa diganti dengan tayamum atau wudhu dengan mencuci telapak tangan dengan debu. Tetapi lebih penting menggunakan air jika Anda masih bisa menemukan air di sekitar Anda.
Jenis air yang legal jika digunakan untuk wudhu

Nah airnya
Mengolah air atau air di waduk besar sebagai kolam
Air hujan
Aliran air sungai
Air dari salju yang mencair atau es batu

Jenis air yang tidak sah jika digunakan untuk wudhu

Air kotor atau kotor yang tidak bisa dimurnikan.
Air pohon atau jus buah.
Air dengan jumlah kecil (kurang dari 1000 liter) terkontaminasi, misalnya air seni, darah atau minuman beralkohol atau hewan yang mati di sana.
Air yang tidak jernih atau berubah warna, berbau dan berubah karena direndam dalam air.
Air bekas yang diminum oleh hewan najis seperti anjing, babi atau hewan buruan.
Air bekas atau sisa orang diminum oleh Ker4s.