January 18, 2020

Hafizh Paling Menginspirasi

Bagi seorang Muslim, menjadi hafizh atau menghafal Al-Qur’an adalah kebanggaan sejati. Karena, selain direkomendasikan oleh Rasulullah, ia juga memiliki pahala yang besar dari Allah. Sumber : berdoa.co.id

Rasulullah SAW berkata:

“Orang tua yang memiliki anak yang menghafal Al-Quran akan menerima hadiah khusus, serta mahkota kemuliaan pada Hari Penghakiman.”

Menghafal Al-Qur’an menjadi salah satu praktik mulia dan dapat menjamin seseorang untuk masuk surga dengan posisi tertinggi nanti pada hari eksploitasi di Akherat.

Bagi orang-orang yang menghafal Al-Qur’an, mereka juga akan dapat mengundang orang tua mereka untuk masuk Surga karena Tuhan benar-benar menjanjikan hadiah besar untuk menghafal Al-Qur’an.

Dari berbagai belahan dunia, ada beberapa hafizh atau hafalan Al-Quran yang sangat menggairahkan. Ada beberapa yang memiliki keterbatasan fisik tetapi masih bisa menghafal Al Qur’an.

Sangat sulit bagi orang biasa untuk menghafal Alquran. Tetapi bagi mereka yang memiliki tekad dan keinginan agar hal ini benar-benar bisa dimungkinkan. Lihatlah beberapa hafish berikut di dunia yang menginspirasi Anda.
Berikut adalah 7 Hafiz yang paling merangsang di dunia

  1. Fatih Seferagic (dari Jerman)

Fatih Seferagic.

Hafizh yang paling fenomenal adalah sosok pertama dari Al-Qur’an afidzh yang baru-baru ini memulai dunia virtual dan dianggap sebagai manusia yang sempurna.

Hafizh Paling Menginspirasi

Dia adalah Fatih Seferagic, seorang pria yang lahir di Jerman dan berasal dari Bosnia yang tinggal di Amerika dan memiliki wajah yang cantik, muda dan berkesan dari Alquran.

Namanya dibahas secara luas setelah videonya ketika ia adalah seorang pemimpin doa dan ketika ia membaca ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu yang tersebar luas di media.

Remaja yang lahir di Jerman pada 2 Maret 1995 mulai belajar menghafal Al Qur’an pada usia 9 dan mampu menghafal Al-Qur’an alias hafidzh 3 tahun berikutnya ketika ia berusia 12 tahun.

Fatih belajar di sekolah khusus untuk menghafal Alquran di Islamic Society di Baltimore, Maryland, AS. Keluarga Fatih Bosnia yang berdarah pindah ke Amerika Serikat ketika Fatih berusia 4 tahun.

Setelah menyelesaikan menghafal Al Qur’an, Fatih terus belajar untuk mempelajari hadits. Pada 2010, Fatih diterima dalam program Bayyinah Dream yang memungkinkannya belajar bahasa Arab.

Tidak hanya brilian dalam pengetahuan agama, gadis berusia 19 tahun ini juga aktif dalam kehidupan sosial. Dia menjadi pemimpin pemuda masjid Yasir Birjas di Dallas, Texas di Amerika Serikat.

Sebagai seorang remaja, Fatih juga melakukan hobinya seperti bermain game, belajar bahasa, bermain ice skating. Ini juga memiliki akun media sosial seperti Facebook dan Twitter.

  1. Khalid Abu Musa (dari Palestina)

Khalid Abu Musa

Kebahagiaan yang tak terkira tampaknya dirasakan oleh orang tua yang melihat anak-anak mereka mampu menghafal Alquran. Tidak hanya orang tua, bahkan anak-anak akan merasa bangga untuk menghafal kata-kata pencipta yang maha kuasa.

Demikian juga, seorang bocah Palestina bernama Khalid abu musa. Meskipun menderita autisme, bocah lelaki berusia 10 tahun ini telah berhasil belajar dan menghafal Al Qur’an dan telah memberikan contoh bagi orang yang menderita autisme di seluruh dunia.

Khalid menjadi salah satu hafizh paling fenomenal di dunia karena kekurangannya yang tidak menyurutkannya untuk menghafal Alquran.

Khalid menghafal Alquran dengan mendengarkan ayat-ayat yang dibacakan kepadanya beberapa kali. Anak-anak di Palestina yang menderita autisme akan direhabilitasi.

Selain menghafal Al Qur’an, Khalid juga belajar membaca dan menulis. Dan itu menunjukkan peningkatan dalam komunikasi dengan anak-anak lain. Dan bermain dengan teman-teman.

  1. Muadz (dari Mesir)

Muadz Hafis yang buta yang menginspirasi

Hafizh berikutnya yang paling fenomenal adalah Muadz. Sama seperti Khalid Abu Musa, bocah 11 tahun ini juga memiliki keterbatasan fisik. Dia tidak bisa melihatnya seperti manusia normal. Namun, muadz memiliki keunggulan khusus yang dapat menyimpan seluruh 30 Juz Quran.

Sejak usia 4 tahun, tidak mudah bagi seorang anak Mesir untuk menghafal Alquran. Tapi dia melakukannya dengan sabar.

Dan bahkan jika rumah syekh yang mengajarkan Alquran sangat jauh. Tetapi sang ayah, yang selalu siap untuk melahirkan dengan sepedanya, selalu memberikan dukungan penuh kepada putra kesayangannya.

Muadz sendiri bahkan meminta syekhnya untuk menambah jam belajarnya dari seminggu sekali menjadi dua hari dalam seminggu. Hingga usia 11, ia berhasil menghafal Alquran.

Dalam sebuah wawancara di sebuah stasiun TV Mesir, bocah ini mengejutkan tamu dan seluruh kru pada saat yang bersamaan tersentuh oleh keinginan kuatnya untuk menghafal ayat-ayat Alquran.

Yang lebih mengejutkan, dalam wawancara itu adalah pernyataannya tentang kebutaannya. Dia tidak berdoa kepada Tuhan untuk mengembalikan penglihatan.